Newsflash

PPSPA kembali aman, kegiatan pesantren dimulai lagi pada Senin, 22 November 2010

Beranda
Mursyid Naqsyabandiyah Suria Sirami Hati Santri Pandanaran PDF Print
Written by Administrator   
Wednesday, 29 September 2010 05:50

 

Siapa saja santri putra maupun putri di Pesantren Sunan Pandanaran ini yang bisa menghafal Al-Qur’an dengan lancar dalam waktu enam bulan, akan saya beri hadiah kalung permata dari Suria. Tahun depan Insya Allah saya datang ke sini lagi untuk menepati janji saya ini.

Demikian salah satu tawaran Syeikh Rajab Al-Daib, Mursyid ‘Am Thariqoh Naqsyabandiyah di Republik Arab Suria, kepada para santri saat mengunjungi Pesantren Sunan Pandanaran pada Jumat (28/5/2010). Apa yang disampaikan oleh Syeikh Rajab merupakan ungkapan rasa cintanya kepada para santri yang dengan ikhlas menghafal Al-Qur’an.

“Sebaik-baiknya orang Muslim adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya,” kata Syeikh Rajab lebih lanjut. Beliau juga mengatakan bahwa apabila seorang penuntut ilmu agama sedang berjalan, maka malaikat Jibril menaruh sayapnya di dekatnya sebagai rasa hormat terhadapnya. Dan Jibril tidak pernah melakukan hal itu kecuali terhadap para penuntut ilmu.

Malaikat Jibril bertindak demikian, jelasnya, karena derajat para penuntut ilmu berada satu tingkat di bawah derajat para nabi. Maka, para santri di pesantren ini tengah berada di derajat yang sangat mulia. Teruskan lah belajar Al-Qur’an karena kalian mendapatkan kemuliaan dari Allah Swt.

“Tetapi jangan lupa memperhatikan hal-hal yang menunjang kemuliaan ini. Mempelajari Al-Qur’an harus dibarengi pula dengan membersihkan hati dan raga. Wudhu akan memberihkan raga, dan melakukan hal-hal yang baik akan membersihkan jiwa. Maka hendaklah kalian senantiasa melakukan semua itu,” kata Syeikh Rajab memberikan saran.

Beliau mencontohkan dengan sebuah riwayat, suatu ketika wahyu tidak kunjung turun kepada Nabi Muhammad Saw dalam waktu yang cukup lama. Para sahabat pun bertanya kepada baginda Nabi Saw, “Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkan wahyu begitu lama tidak turun kepadamu?”

Rasulullah pun menjawab, “Bagaimana mungkin wahyu Allah akan turun kepadaku, sedangkan kalian tidak menjaga kebersihan diri kalian. Kalian tidak memotong kuku, tidak merapikan rambut, dan tidak membersihkan gigi”.

Menurut Syeikh Rajab, ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang hanya diturunkan kepada orang-orang yang menjaga kesucian diri. Baik itu suci jiwa ataupun raganya.

Kunjungan pertama Syeikh Rajab ini mendapat sambutan cukup meriah dari pihak Pesantren Pandanaran. Tidak hanya pengasuh dan santri yang hadir menyambutnya, tetapi juga sejumah alim-ulama di Yogyakarta.

KH. Mu’tashim Billah, pengasuh Pesantren Sunan Pandanaran, mengatakan bahwa kehadiran Syeikh Rajab ke sini ingin melihat langsung proses pengajaran Al-Qur’an. Di samping itu, juga ingin bersilaturahmi dengan ulama-ulama di Yogyakarta. “Maka, saya mengundang beberapa ulama untuk turut hadir menyambut beliau,” tutur KH Mu’tashim.

Syeikh Rajab sendiri disertai tiga ulama dari Suria. Mereka keliling ke pesantren-pesantren di pulau Jawa. “Setelah berkunjung ke banyak pesantren di Jawa ini, saya melihat adanya potensi umat Islam Indonesia untuk maju. Saya berdoa semoga Allah memberikan berkah-Nya kepada umat Islam Indonesia,” tuturnya kepada Suara Pandanaran.